Saat berpuasa tidak boleh berolahraga. Ketika buka puasa, berbukalah dengan yang manis. Apakah hal tersebut hanya Mitos atau Fakta? Berikut adalah 9 hal mitos dan fakta seputar puasa Ramadan:
1. Tidak Boleh Berolahraga Selama Berpuasa
Hal tersebut hanyalah mitos. Faktanya kita tetap boleh berolahraga saat berpuasa, tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Bagi yang terbiasa berolahraga, umumnya tak akan mengalami kesulitan yang berarti. Namun bagi yang tidak terbiasa berolahraga, maka perlu memperhatikan waktu dan jenis olahraga yang dilakukan selama bulan puasa. Olahraga bisa dilakukan 3-4 jam setelah sahur atau mendekati waktu berbuka. Pilihlah olahraga ringan atau olahraga yang dapat dilakukan bersama teman-teman agar lebih bersemangat dan terasa lebih menyenangkan.Bersepeda, lari santai, atau bermain tenis meja bisa menjadi pilihan yang bijak. Bagi yang berusia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter.
2. Minum Minuman Dingin Saat Berbuka Puasa Membuat Tubuh Lebih Cepat Segar
Banyak orang menganjurkan untuk konsumsi minuman dingin, khususnya minuman manis saat berbuka. Tujuannya agar tubuh lebih cepat segar. Namun ini merupakan mitos saat berbuka puasa yang perlu diperbaiki. Faktanya konsumsi minuman manis dingin setelah seharian berpuasa dan saat perut kosong akan membuat lambung ‘kaget’ karena perubahan suhu. Hal ini akan membuat perut terasa perih dan melilit. Anjuran yang tepat adalah minum segelas air putih hangat saat berbuka puasa.
3. Tidak Sahur, Tidak Masalah
Banyak orang menyepelekan sahur dengan berbagai macam alasan, mulai dari tak bisa bangun pagi, kesiangan, atau malas menyiapkan makanan untuk sahur. Pada akhirnya mereka berpuasa seharian tanpa membekali diri dengan nutrisi yang cukup saat sahur. Faktanya sahur adalah modal yang kita perlukan selama berpuasa sepanjang hari. Dengan mengonsumsi sahur yang bergizi lengkap dan seimbang, kita memiliki energi untuk beraktivitas sepanjang hari dan terhindar dari berbagai penyakit.
4. Ibu Menyusui Tak Boleh Berpuasa
Ini hanyalah mitos, banyak yang percaya berpuasa akan memengaruhi produksi dan kualitas ASI. Faktanya tubuh manusia memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang amat baik, termasuk tubuh ibu yang sedang menyusui. Selama kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi, khususnya saat sahur, berbuka puasa, serta waktu antara buka puasa dan sahur, produksi dan kualitas ASI tidak berubah secara signifikan. Yang terpenting adalah ibu menyusui perlu memenuhi kebutuhan cairannya. Minumlah air putih dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas di antara waktu berbuka dan sahur.
5. Ibu Hamil Tidak Boleh Puasa
Banyak yang menganggap bahwa ibu hamil yang berpuasa akan memengaruhi janin dalam kandungan. Ini hanyalah mitos Faktanya, puasa boleh dilakukan selama ibu sudah memastikan diri dan janin di dalam kandungan dalam keadaan sehat dan kuat. Meskipun demikian bila ketika berpuasa mengalami gejala ingin pingsan, muntah, penurunan berat badan, dan diare, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter kandungan.
6. Puasa adalah Cara yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan
Ini adalah salah satu mitos lainnya tentang puasa. Jika berbuka dengan mengonsumsi makanan manis, tinggi lemak, dalam jumlah banyak dan tidak terkontrol, berat badan tidak akan turun, malah dapat meningkat. Oleh karena itu, pastikan kita tetap melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi makanan tinggi serat, tinggi protein, dan rendah lemak jenuh.
7. Berbukalah dengan yang Manis
Motto ini mungkin sering kita dengar bahkan sudah jadi kebiasaan saat bulan Ramadan. Akan tetapi, hal ini juga dapat menimbulkan dampak buruk, khususnya bila kita kerap mengonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa setiap hari selama sebulan penuh.Yang paling tepat adalah berbuka dengan minum segelas air hangat, kemudian lanjutkan dengan mengonsumsi makanan dengan gula yang tinggi, tetapi kandungan seratnya pun tinggi, seperti kurma. Beri jeda kurang lebih setengah jam sebelum kita mengonsumsi makan utama.
8. Lansia Tidak Boleh Puasa
Usia tidak bisa menjadi landasan untuk kesanggupan seseorang berpuasa. Faktanya, puasa dapat dilakukan oleh lansia sekalipun. Namun demikian, karena kondisi fisik dan fungsi tubuh lansia sudah menurun, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan menu sahur lansia bergizi lengkap dan seimbang dengan hidrasi yang cukup. Perhatikan pula jadwal sahur dan berbuka. Jangan sampai waktu makan terlewat. Bila perlu bisa berkonsultasi ke dokter seputar panduan puasa bagi lansia. Apalagi jika lansia yang mempunyai riwayat penyakit yang mengharuskan konsumsi obat pada waktu tertentu.
9. Puasa Akan Memperparah Gejala Maag
Penderita maag mungkin akan khawatir akan gejala yang dapat timbul dan memburuk saat puasa. Namun ini hanyalah mitos. Nyatanya puasa saat bulan Ramadan tidak berdampak signifikan pada gejala dispepsia atau gejala mag, selama penderita mag tetap menjaga pola makan. Jika mengalami maag sebaiknya konsumsi makanan dengan porsi kecil tetapi tinggi serat saat sahur dan berbuka puasa.
10. Kulit Kering saat Berpuasa
Faktanya berpuasa tidak membuat kulit kita kering. Jika kita terhidrasi dengan baik maka kulit akan sehat. Maka dari itu minumlah sebanyak 8 kali sehari.
11. Tidur Saat Puasa Menambah Energi
Tidur selama berpuasa merupakan ibadah, namun jika sepanjang hari kita tidur maka tubuh akan terasa lemah dan kurang bertenaga. Kita juga akan mengalami lemah otot dan penurunan kebugaran fisik, dan juga akan meningkatkan resiko kegemukan.
Itulah 11 mitos dan fakta puasa yang mungkin pernah kita dengar selama ini. Puasa yang dijalankan dengan baik dan benar dapat bermanfaat tak hanya bagi keimanan kita, tetapi juga bagi kesehatan fisik. Jangan lupa untuk menjaga waktu tidur tetap cukup dan asupan nutrisi yang bergizi seimbang. Semoga kita bisa insan yang bertakwa kepada Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab.
Sumber: https://www.klikdokter.com/
